Pages

Tampilkan postingan dengan label Dunia Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Kerja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Mei 2015

Pekerjaan bagi Lulusan Matematika

Berbagai pilihan pekerjaan bagi lulusan matematika. (Foto: Shutterstock)
Kamu suka berhitung? Tertarik pada pelajaran matematika? Jika itu memang passion kamu, maka jangan ragu untuk mengambil jurusan matematika saat masuk kuliah. Kamu harus tahu bahwa lulusan matematika juga punya jenjang karir menjanjikan. Mau tahu peluang karir apa saja yang bisa didapatkan oleh lulusan matematika? Simak beberapa jenis pekerjaan berikut ini.
 
1. Ahli Matematika
Hampir semua pekerjaan yang berhubungan dengan matematika harus memiliki gelar master terlebih dahulu. Tapi, jika kamu baru S-1, kamu bisa bekerja di pemerintah daerah. Beberapa pekerjaan yang ada hubungannya dengan matematika, antara lain bisnis, teknik, dan sains.

2. Aktuaris
Butuh kemampuan analisis statistik saat menjadi aktuaris. Analisis tersebut digunakan untuk mencari tahu kemungkinan terjadinya peristiwa tertentu sehingga bisa meminimalisisr risiko yang terjadi. Seorang aktuaris bisanya bekerja di asuransi atau di jasa pelayanan finansial.

3. Analis Riset Pasar
Seorang analis riset pasar akan mendesain survei yang membantu perusahaan untuk memutuskan produk yang akan dibeli oleh konsumen dan cara mempromosikannya.

4. Peneliti Survei
Seorang peneliti survei bertanggung jawab dalam mengumpulkan informasi dari publik untuk suatu badan atau lembaga tertentu. Pekerjaan ini membutuhkan kemampuan statistika. Seorang lulusan matematika sangat dibutuhkan dalam pekerjaan ini.

5. Guru
Guru mata pelajaran di SMA sudah terspesialisasi. Jadi, jika kamu lulusan matematika, kamu akan mengajar matematika saja. Untuk itulah, profesi ini bisa kamu pertimbangkan kembali sebagai pilihan kariermu.

6. Penaksir Biaya
Penaksir biaya bertugas mengkalkulasi biaya konstruksi atau manufaktur. Untuk posisi ini, kamu tidak membutuhkan jenjang pendidikan yang terlalu tinggi. Tapi, jika kamu lulusan S-1 akan lebih bisa berpeluang mendapatkan pekerjaan tersebut.

7. Penasihat Keuangan
Penasihat keuangan membantu seseorang untuk merencanakan keuangan secara jangka pendek ataupun jangka panjang. Posisi ini sangat tepat ditempati oleh seorang lulusan matematika.

8. Penilai Properti
Pekerjaan ini sangat berhubungan dengan angka sehingga lulusan matematika sangat dibutuhkan untuk mengisi posisi pekerjaan ini. Mereka bertugas mengestimasi nilai dari suatu properti sebelum pemilik properti menjual atau mengangkat kredit.

9. Ahli Statistika
Statistika sangat berhubungan dengan matematika. Ahli statistika akan menjumpai berbagai jenis data untuk dianalisis. Untuk menjadi ahli statistika setidaknya kamu harus lulus S-1 terlebih dahulu.

10. Analis Riset Operasi
Pekerjaan ini membantu perusahaan atau organisasi dalam menyelesaikan masalah dan membuat keputusan menggunakan kemampuan matematika. Setelah mengidentifikasi masalah, mereka akan mengolah data dan menganalisisnya. Kemudian, baru mereka mengambil langkah yang terbaik.

Keburukan yang Dilihat Pewawancara saat Interview Kerja




Ada beberapa keburukan yang dilihat oleh pewawancara selama interview kerja. Keburukan-keburukan itu dapat mengurangi kesempatanmu untuk bisa bergabung dengan perusahaan tersebut. Nah, supaya kamu bisa menghindarinya, berikut ini beberapa keburukan yang sering diperhatikan itu.
 
1. Komunikasi yang buruk 
Komunikasi yang buruk mencakup berkata terlalu banyak, berkata terlalu sedikit, dan melakukan gerakan-gerakan nonverbal yang mengganggu. Kemudian, mata tidak fokus, menggerakkan kaki, menggerakkan tubuh saat duduk adalah hal-hal yang harus kamu hindari saat wawancara. Selain itu, respons jawaban yang tidak tepat juga merupakan bentuk komunikasi yang buruk.


2. Pernyataan yang bersifat pribadi 
Perusahaan mencari orang yang berkomitmen terhadap suatu posisi. Jadi, bukan waktu yang tepat bila kamu membicarakan hal-hal pribadi, seperti keluarga, hubungan, bahkan keluh kesahmu selama proses mencari kerja.


3. Berkata keburukan 
Saat wawancara kerja, sering pewawancara menanyakan alasan kamu keluar dari perusahaan sebelumnya. Kamu harus menjawab pertanyaan tersebut dengan tetap positif. Pernyataan yang buruk akan memberikan kesan kepada pewawancara bahwa kamu memiliki karakter yang kurang baik.


4. Penampilan 
Di proses perekrutan kerja, penampilan sangat dinilai oleh pewawancara. Penampilan adalah salah satu cara kamu menghargai dirimu sendiri dan orang lain yang berinteraksi denganmu. Gunakan pakaian yang rapi dan sesuai pekerjaan yang kamu lamar.


5. Berbicara tentang gaji 
Hindari menanyakan gaji di awal wawancara. Meskipun gaji adalah hal yang penting, terlalu cepat menanyakan soal gaji dapat membuat pewawancara menilai kamu hanya bekerja demi uang. Hal yang lebih baik kamu lakukan yaitu membuat pewawancara terkesan pada keahlian dan kemampuan yang kamu miliki terlebih dahulu.